Mar
18
Buku Bukan Testimoni Susno Download pdf doc
March 18, 2010 | Tagged Bukan Testimoni Susno, Buku Bukan Testimoni Susno, Buku Bukan Testimoni Susno doc, Buku Bukan Testimoni Susno pdf, Download Buku Bukan Testimoni Susno |
Izhari Agusjaya Moenzir, 60, penulis buku Bukan Testimoni Susno menjadikan karya tulisnya sebagai penghapus dosanya. Pernyataan Susno Duadji di pansus DPR-RI terkait Bank Century yang mendasari Izhari membenci dan berpandangan buruk terhadap Komjen Kabareskrim Polri tersebut.
“Buku ini saya tulis sebagai penghapus dosa saya, karena telah berburuk sangka terhadap seseorang dan membecinya,” ungkapnya disela-sela bedah buku Bukan Testimoni Susno di Gramedia Ekalokasari, Bogor, Kamis (25/2).
Penilaian buruk Izhari terhadap Susno terjadi saat ia melihat mantan Kapolda Jawa Barat memberikan pernyataan pada sidang Antasari Azhar dan tampil di Komisi III DPR RI bersama jajaran kepolisian. Selain itu, pernyataan Cicak versus buaya membuat Izhari berprasangka buruk menganggap Susno adalah dalang rekayasa kasus tersebut.
Penulis yang kini menjabat sebagai dewan penasehat PWI Pusat ini, mengaku muntah dan muak dengan pernyataan Susno dihadapan Pansus DPR RI. Sebagai anak Pamen Polri yang besar dilingkungan kepolisian, Izhari menilai Susno adalah sosok yang hina.
Setelah mengenal langsung dan penasaran dengan sisi lain Susno membuat Izhari sadar bahwa ia telah salah menilai orang. “Jangan terlalu cepat menilai seseorang buruk, karena belum tentu semuanya benar, maka sebelum menuduh hendaknya kita menyaringnya, ini jadinya saya terpaksa membuat buku,” ucapnya berseloroh.
Buku setebal 138 hal tersebut dibuat olehnya dalam waktu satu bulan. “Ada 25 bab didalamnya yang berisikan semua penuturan jujur dari pak Susno dan kebenaran apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.
Sebagian kelangan menilai bahwa buku tersebut sebagai bentuk cuci tangan Susno terhadap penilaian publik. Kejujuran Susno dalam buku tersebut secara tidak langsung telah menelanjangi institusi tempat ia bekerja.
Susno sendiri mengatakan, bahwa buku tersebut adalah ungkapan jujurnya atas kecintaanya pada institusi yang telah membesarkannya. “Ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap isntitusi saya yang tak ingin mereka salah. Biarkan publik yang menilai saya apa adanya,” kata Susno.
Dalam proses penulisan Susno tidak banyak terlibat langsung dia hanya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Izhari. Izhari mengaku ia tidak dibayar oleh Susno karena jika dibayar maka independensinya dalam mengungkapkan fakta akan sulit.
Buku yang diterbitkan oleh gramedia tersebut, dicetak sebanyak 40 ribu ekseplar untuk seluruh Indonesia. Buku tersebut secara tidak langsung mengisahkan tentang sisi Susno yang sebenarnya dipadukan dengan kasus-kasus yang membelitnya.
Opini publik yang telah terbentuk selama ini yang membuat tanda tanya, akan terjawab setelah membaca buku tersebut. Susno mengaku bertanggungjawab atas pernyataan yang telah diungkapkanya dalam buku tersebut. “Apa yang saya sampaikan adalah fakta. Saya tidak takut pada apapun, hanya keadilan Tuhan yang saya takutkan,” ucapnya.(MI/RAS)







